
Kehidupan yang lebih baik
Pompa tenaga surya menekan biaya irigasi petani Filipina
Irigasi bertenaga surya telah beroperasi di 4.036 lokasi di seluruh Filipina, mengurangi ketergantungan petani pada bahan bakar diesel untuk mengairi lahan mereka, menurut pemerintah. Data Administrasi Irigasi Nasional menunjukkan bahwa sistem yang ada dapat menyediakan irigasi selama enam hingga delapan jam setiap hari.
Di Bacarra, Ilocos Norte, 12 unit bertenaga surya yang melayani 340 hektare telah membantu menurunkan biaya irigasi dan menopang hingga tiga siklus tanam per tahun. Fasilitas tenaga surya di Pangasinan juga terus beroperasi selama pemadaman listrik berkepanjangan akibat Topan Egay pada 2023, membantu petani melindungi tanaman tanpa pasokan dari jaringan listrik atau bahan bakar tambahan.
Selain pompa, badan irigasi tersebut sedang mengembangkan sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan untuk membantu menyesuaikan pasokan air dengan kebutuhan pertanian. Sistem itu akan menggunakan informasi waktu nyata mengenai ketersediaan air, kondisi tanah, dan kebutuhan irigasi untuk mengurangi pemborosan. Di Bukidnon, data satelit dan pemantauan kelembapan tanah sudah digunakan untuk membantu menjadwalkan pengairan.
Pemerintah kini menargetkan perluasan program menjadi 10.000 lokasi pada 2030, lebih dari dua kali jumlah saat ini. Berdasarkan peta jalannya, program tersebut bertujuan memberikan manfaat bagi dua juta petani dan menyediakan irigasi bagi tambahan 100.000 hektare.